cerita ngentot Ketua Osis Sekolahku Menjadi Korban Pemerkosaan

CERITA PEMERKOSAAN, Suatu pagi di sebuah Sekolah Negeri ternama terlihat sibuk aktivitas di sekolah. Semua murid baru saja berdatangan untuk menimba ilmu disekolah mereka, tak terkecuali dia. Ia adalah Tasyasang ketua OSIS sekaligus siswa berpengaruh sepanjang sejarah sekolah SMA Negeri 18Bagaimana tidak semenjak ia menjadi ketua OSIS banyak sekali event – event besar yang diadakan di sekolah. Mulai dari konser musik dengan artis papan atas hingga menjadikan sekolah sebagai tuan rumah pada suatu kompetisi bagi sekolah elit lainnya di kota. Selain itu fasilitas kegiatan ekstrakurikuler di sekolahnya juga diperbaiki semua karena hasil jerih payahnya. CERITA SKANDAL Namun itulah yang terlihat dari depannya saja, kisah gelap di balik itu semua ada di dalam cerita ini.Tasyasetelah turun dari mobilnya tidak langsung menuju ke kelas tetapi langsung ke ruang kerja OSIS dimana sudah ada sekitar 20 anggota yang menjadi tim suksesnya. Jangan bayangkan bahwa ruangannya hanya ukuran 4 X 4. Ruangan OSIS Tasyasungguh luas dan didalamnya sudah ada beberapa fasilitas seperti meja bundar seperti dalam konfrensi serta proyektor yang siap digunakan untuk membahas kegiatan – kegiatan yang dilakukan, bahkan tak ketinggalan AC di dalamnya. Pagi itu mereka langsung membahas mengenai kegiatan acara yang akan diadakan bulan ini dan bulan –bulan berikutnya. Tasyabenar – benar seorang Dewi yang turun dari khayangan dan telah memberkati sekolah itu menjadi sekolah yang terpandang.

Selain itu kecantikannya sangat luar biasa sangat sulit untuk menggambarkannya dengan kata – kata, namun bisa dijelaskan secara sederhana. Wajahnya sangat cantik dan imut. Rambutnya panjang terurai dan hitam lurus terawat. Bodynya begitu indah seperti sudah diciptakan oleh Tuhan dengan proporsional. Payudara yang montok namun diimbangi dengan pinggulnya yang juga semok sehingga bila diliha dari belakang tubuhnya seperti biola yang sangat indah dipandang. Apalagi seragam sekolahnya sangatlah ketat sehingga payudarnya terlihat menonjol serta rokabu – abunya yang pendek kira – kira 15cm diatas lutut dan juga ketat sehingga pinggulnya terlihat semok.Tak ketinggalan kaos kaki panjang yang menutupi betisnya dan sepatu kets. Maka jangan pernah berhayal untuk menjadi pacarnya karena semua tidak ada berhasil menembaknya, bahkan pdkt dengannya sangatlah mustahil. Bagaimana tidak, baginya anak – anak disekolahnya itu hanyalah anak biasa yang tidak memiliki daya tarik baginya. Setiap ada yang mau mengajaknya berkenalan selalu tidak dihiraukannya. Tetapi Tasyalebih tertarik dengan pria yang lebih tua dari dirinya. Hingga suatu saat ada seorang anak yang sangat cupu bernama Brian. Ia ingin sekali bisa berdekatan dengan Natasya.

Brian adalah lelaki yang cupu dari kacamata tebal yang ia gunakan, rambut yang terlalu rapi dan bajunya yang dimasukkan ke celana. Ia mencoba beberapa cara PDKT mulai dari via pesan singkat, chatting, social media namun tak satupun yang dibaca oleh Natasya. Ia juga berusaha untuk menelpon Natasya.“hallo, ini Tasyaya” sapa Brian lewat telepon“iya, dengan siapa yah” Jawab Tasyadengan suara yang lembut seolah nyanyian dari surga“mmmm…. Gue Brian….” Brian mejawab dengan terbata – bata karena gugup“hah, Brian siapa ya? Gue gak punya temen yang namanya Brian” Ujar Tasyadengan nada yang ketus kali ini“mmmm… jadi gue pengen kenal….” Kata Brian lagi dengan gugupBelum sempat meneruskan perkataannya Tasyamenjawab “ Sorry ya, gue gak ada waktu buat kenalan sama cowok gak jelas”“tut…tut…tut..” suara telepon terputusHati Brian hancur karena baru awalnya saja sudah sulit seperti ini,tetapi ia masih tidak menyerah dia akan melanjutkkannya besok lagi.Keesokan paginya Brian menunggu sesorang di sebuah parkiran mobil. Ternyata ia menunggu Tasyadi parkiran eksklusif khusus untuk Natasya. Langsung saja ada sebuah mobil sedan sport menuju ke arah parkiran tersebut dengan kencangnya. Saat Tasyakeluar dari mobil langsung saja Brian menghampirinya.“Nat, gue Brian yang tadi malam telpon kamu” Kata Brian agak gugup“mmm, ada apa Brian”Tasyamulai menanggapinya dengan posisi bersandar di mobil sambil menyilangkan tangannya ke dada.“gue pengen kasih ini ke kamu” Brian memberikan sepucuk bunga untuknya“wow, terima kasih Brian” Tasyapura –pura menerima bunga itu dan menciumnya“iya sama – sama” Kata Brian lagi dengan terbata – bata“oke gue mau ke kelas dulu” Kata Tasyasembari langsung meninggalkan tempat itu“Yesss” Brian sangat senang sekali akhirnya bunga itu diterima oleh NatasyaBrian tidak tahu bahwa sebenarnya Tasyasama sekali tidak tertarik dengannya. Bunga yang ia terima dari Brian langsung ia lempar ke tempat sampah tanpa memikirkan perasaan yang tulus yang diberikan oleh anak yang memang tidak ganteng itu.

Tetapi disisi lain Brian sangat senang dan mengatakan kesemua temannya satu kelas.temannya hanya tersenyum sedikt untuk menghiburnya karena mereka sudah tahu bahwa bunga itu pasti dibuang. Tidak dengan sahabatnya Sandy yang menangapinya dengan serius dan merasa sangat senang.Sandylah yang selama ini memberikan semangat kepada sahabatnya itu untuk mendekati Natasya.“Sob, berhasil, semuanya karena elo Sob” Ujar Brian sambil memuji sahabatnya itu“oh ya, gitu dong itu baru temen gue, terusin Bro jangan nyerah” kata Sandy yang masih memberi semangat kepada sahabatnya itu.“eh ada apaan nih” Gery datang salah satu sahabat mereka“gini Ger, gue abis kasih bunga ke Natasya, dan doi terima bunga gue” ujar Brian dengan wajah yang berbunga – bunga“hah,serius lo,selamat deh buat lo” Gery pun sahabat akrabnya juga memberikan selamat padanyaKetiga sahabat itu sangat bahagia dengan hal itu dan merayakannya bersama.Sepulang sekolah Sandy lewat di depan kelas Tasyadan mau membuang sampah. Dia kaget ada bunga mawar merah di dalamnya.

Lalu ia langsung menghampiri sahabatnya Gery.“Sob, sini gue kasih tahu” ujar Sandy“apaan?” Tanya Gery“nih lihat” Sandymenunjukkan bunga itu“loh tuh bunga kan….” Gery“stttt…kita kagak usah kasih tau Brian” kata Sandy“mmm, oke gue ngerti” jawab Gery“Oi, Sob kalian ngapain, ayok pulang” tiba – tiba Brian datang“wah elo udah ditungguin juga” Gery menjawabSandy langsung memasukkan bunga itu ke tasnya agar tidak melukai hati sahabatnya itu.“ayo deh kita cabut” Sandymengajak“oke” jawab mereka serentakSaat mereka pulang dan Brian sudah tidak ada, Sandy dan Gery mulai membicarakan masalah ini.“dasar tuh cewek, gue gak terimas sahabat gue dilecehin” ujar Sandy sambil menatap bunga itu dengan penuh kekecewaan“hmmm, ya mau gimana lagi sob, Tasyaemang orangnya kayak gitu, tapi gue bener – bener gak habis pikir” Gery juga mengungkapkan kekesalannya“ya udah, yang penting besok kita nasehatin aja sahabat kita itu” Kata Sandy dengan mencoba bersabar“Yoi Sob” Gery mengiyakanKeesokan harinya Brian ingin menemui Tasyadi ruang OSIS. Saat ia di dekat ruangan ia mendengar percakapan antara Tasyadengan teman – temannya.“eh, Nat denger – denger lo dapet bunga dari anak cupu siapa tuh namanya” kata teman Natasya“oh, kalo iya emang kenapa?” Tasyamenjawab seolah tidak peduli“ya gak papa sih, tapi kayaknya tuh cowok seneng banget waktu bunganya lo terima” kata teman Natasya“bodo, emang gue pikirin” Tasyamenjawabnya dengan enteng“hahaha, elo emang suka bikin sensasi Nat, gue kira lo mau sama tuh cowok” kata temannya seolah meledek Natasya“cih najis gue, masak gue mau sama cowok yang tampangnya kayak cecurut gitu” kata Tasyamenjelek – jelekkan BrianSontak suasana menjadi penuh tawa dari teman – teman Natasya. Brian yang mendengar itu langsung pergi meninggalkan tempat itu karena tidak mau ia terlalu banyak menerima sakit hati. Begitulah sosok asli Tasyadi balik kegemilanganya dalam memimpin Organisasi Intra Sekolah.

Tetapi Tuhan maha tahu dan akan segera membalaskan tindakannya. Suatu saat OSIS akan mengadakan event yang spektakuler sehingga membutuhkan dana yang cukup besar untuk itu. Semua anggota OSIS sangat kebingungan ternyata budget untuk mengadakan event tersebut sangatlah besar, tetapi Tasyadengan mudahnya berkata“cuman duit segitu doang, ntar kita pasti dapet” ujarnya menenangkan anak buahnya“serius lo Nat, ini bisa sampe seratus juta lo” kata mereka“udah sini proposalnya ntar gue ajuin ke kepala sekolah” kata Natasya“oke Nat, kalo elo pasti bisa di andalin” kata mereka memberikan semangatSebenarnya ada sesuatu di balik itu semua,hal ini akan diceritakan pada awal –awal Tasyamenjadi ketua OSIS. Saat itu Ia mengadakan kegiatan di sekolah, dan mengajukan proposal angaran kepada Pak Sasongko selaku Kepala Sekolah.“permisi, Pak” sapa Tasyadiluar pintu“iya, silahkan masuk, ada yang bisa bapak bantu?” ujar Pak Sasongko“jadi begini, kami dari OSIS akan mengadakan kegiatan sebagai berikut” ujar Tasyasembari mengajukan proposal“hmmm, coba bapak lihat proposalnya dulu”“iya,ini Pak” Katanya sambil menyerahkan proposal ituSetelah beberapa kali Pak Sasongko membuka buka halaman ia sampai pada anggaran,lalu beliau menutupnya kembali.“wah, maaf nak, angaran di Proposal kamu terlalu besar jadi kami tidak bisa memenuhinya” Pak Sasongko menolak“menurut kami anggaran seperti itu tentunya Sekolah yang elit inii bisa memenuhinya Pak” Ujar TasyaberusahaSetelah mereka saling berunding akhirnya Pak Sasongko mengatakan, baiklah kalau begitu nanti sepulang sekolah datang ke rumah bapak, nanti akan saya pertimbangkan lagi.“hah, sunguh, baik Pak nanti saya akan kesana” Tasyasangat senang mendengar sambutan itu“iya, tapi kamu harus datang sendirian ya” Kata Pak Sasongko“mmm, Baik Pak, terima kasih” Ujara Tasyayang masih sempat bingungSepulang sekolah Natasyaana langsung menuju rumah Pak Sasongko untuk mendapatkan perstujuan anggaran proposal itu.Pak Sasongko “oh kamu Natasya, silahkan masuk” Pak Sasongko membukakan pintuTasyalangsung masuk dan melihat rumah Pak Sasongko yang ternyata tidak ada penghuninya sama sekali.

Baca Juga Cerita Sex Indonesia : Kisah Ngentot Dengan Teman Mahasiswa ku di Universitas Parahyangan

Dan di rumah itu hanya ada mereka berdua saja. Tasyalangsung duduk di sofa, tetapi dia tidak menutupi pahanya sehingga menjadi pemandangan bagus buat Pak Sasongko yang sudah lama menginginkan hal itu. Pak Sasongko sudah lama menduda karena bercerai dengan istrinya dan anak – anaknya pun dibawa oleh istrinya juga.“jadi bagaimana anggarannya Pak” Natasyaana membuka pembicaraan“jadi begini Natasya, bapak akan menerima proposal kamu, asalkan” kata Pak Sasongko sambil memandangi tubuh indah Natasya“asalkan apa Pak?” Tasyabertanya dengan bingung“asalkan kamu mau melayani bapak” kata pak Sasongko sambil langsung merangkul tubuh Natasya“tidak Pak, tolong lepaskan saya” Tasyaberusaha melepaskan rangkulan tangan Pak Sasongko“ayo dong Natasya, bapak pasti akan berikan dana berapapun buat kamu asal kamu mau” ujar Pak Sasongko merayu Natasya“mmm,tapi Pak saya mohon jangan…..mmmmmhhh” Tasyamencoba bernegosisasi dalam posisi seperti itu namun terlambat bibirnya sudah dicium oleh Pak Sasongko.“sudahlah Natasya, bapak hanya minta hal ini saja, kamu pasti tidak mau kan acara ini berakhir” ujar Pak Sasongko merayunya lagiTasyaakhirnya mau melakukan hubungan seks dengan pria paruh baya itu.

Apalagi ternyata Tasya tampak menikmatinya karena penis Pak Sasongko sangat besar dan membuatnya ketagihan.“ah ah ah ah” Tasyamendesah seolah menikmati persetubuhan itu“bagaimana, Natasya, akhirnya kamu menikmati juga kan” ujar Pak Sasongko menghibur NatasyaTasyahanya mengangguk saja karena ternyata ia sangat menyukai hubungan seks dengan pria yang lebih tua darinya.Itulah awal cerita mengapa kegiatannya selalu berhasil, karena ia selalu bisa melayani nafsu Kepala Sekolahnya,sehingga anggaran biaya berapapun selalu disetujui oleh sekolah. Kini ia harus menepati janjinya pada teman – temannya untuk memenuhi anggaran yang ada di proposalnya. Seperti biasa ia langsung menuju ke ruang Kepala Sekolah. Pak Sasongko langsungmempersilahkannya masuk.Hari itu adalah hari sabtu, sehingga seragam sekolah Tasyaberbeda dari hari biasanya. Ia mengenakan kemeja putih dan rok putih bermotif kotak – kotak yang sangat pendek hingga 20 cm di atas lutut dan dasi panjang dengan motifsama. Pada hari itu ia tak menguraikan rambutnya, tetapi mengikat rambutnya ke belakang sehingga memudahkan rencananya untuk memperoleh anggaran.“Baik Tasyakamu pasti tahu kan apa yang harus kamu lakukan” kata Pak Sasongko“hehe, iya donk Pak” TasyamengiyakannyaLangsung saja ia membuka kancing bajunya dan melepaskan rok putih kotak –kotaknya. Melihat hal itu Pak Sasongko langsung mendekapnya dan memelintir payudara siswi kesayangannya itu.“mmmhhh aaaaaaahh” Tasyamerasakan pijahan dan piliran di payudaranya.Setelah beberapa lama Natasyaa disuruh untuk menghisap penis Pak Sasongko.

Tasyayang sudah terbiasa, menghisap penis orang tua itu dengan sangat lahapnya.“sluuup,, mmh sluuup“ Tasyaerus menggerak gerakkan kepalana“aaaahhhh, hisapan kamu semakin bagus saja Natasya” puji Pak SasongkoSetelah dihisap kini gantian Pak Sasongko membuat Tasyaberorgasme. Ia menyuruh siswinya itu duduk di sofa yang ada di kantornya itu. Sambil terus mengobok – obok vagina Natasya.“aaaah aaaah ya Bapak aaaaahh” Tasyasangat menikmatinya dan sambil menyandarkan tubuhnya di sofa sambil merem – merem seolah tak terbayangkan kenikmatannyaSetelah selesai mengeluarkan cairan orgasme, Ia disuruh menungging dan berpegangan diatas meja.Langsung saja penis pak Sasongko menghujam vagina yang sudah siap itu. Vagiana Natasya, seolah sudah sangat hot dan sudah banyak mengeluarkan cairan orgasme sehingga saat disetubuhi kepala sekolahnya sampai mengelurkan suara. Hampir setengah jam, dan bel istirahat pun telah terlewat, akhirnya Pak Sasongkko juga sudah mencapai batas langsung mengeluarkan spermanya ke dalam vagina Natasya.ia pun sudah tidak takut kalau hamil karena ia sudah tahu celah yang tepat waktu kesuburannya serta ia juga mempunyai obat yang bisa menghentikan pertumbuhan embrio. Setelah itu akhirnya ia masih ngos –ngosan tapi dari ekspresi wajahnya ia amatlah senang sekali. Lalu Pak Sasongko tanpa pikir panjang langsung menandatangani proposal itu.

Setelah itu ia keluar ruangan dan memberitahukan kepada teman – temannya bahwa acara yang diselenggarakan pasti akan sukses. Tasyadan Pak Sasongko sepertinya tidak mengetahui bahwa dari tadi mereka telah diintip oleh siswa lainya yang kebetulan lewat. Mereka mendengar suara aneh, langsung saja mereka curiga. Semua ruangan sudah ditutup akhirnya mereka mencari cara, dan hasilnya adalah ventilasi masih terbuka. Mereka akhirnya bisa melihat aksi skandal itu, seolah sedang menonton video porno secara live. Tak ketinggalan mereka merekam kejadian tersebut dengan ponsel mereka. Anak – anak yang memergoki hal itu adalah Sandy, Gery dan Brian. Setelah berhasil merekam skandal itu mereka berunding, kali ini mereka mengajak teman – teman yang lainnya yang hatinya pernah tersakiti oleh Natasya, dan akhirnya sepakat untuk memberikan serangan belasan kepada gadis yang sombong itu. Sepulang sekolah salah satu anak menuju ruang OSIS, anak itu adalah Sandy.

Di ruangan itu sudah ada Tasyayang sedang mengetik sesuatu di notebooknya dan untungnya ia sedang sendirian.“permisi, gue boleh masuk gak” Sandy menyapa mereka“eh, siapa lo, emang ada apaan” kata Natasya“gue mau ngomong bentar sama lo Nat ” ujar Sandy dengan mata yang tajam karena yakin ia berani melawan“emang lo mau ngomongin apaan” Tasyamenanggapinya dengan nada yang sedikit cuek“gue mau ngomong soal, antara Lo sama Kepsek” ujar Sandymasih berbasa – basi“gue gak ngerti apa yangelo omongin” Tasyamasih mencoba pura – pura“oh jadi gitu, gimana kalo gue buktiin aja sendiri” kata Sandy sambil menunjukkan video di handphonenya“hah, tidaaaak, gak mungkin, elo!!!” Tasyasangat terkejut melihat vidio itu.“hmm gimana, lo pasti suka kan kalo semua orang tau, ternyata elo bisa dapet anggaran proposal dari hasil jadi pecun doang,, hahahaha” Sandy meledeknya“brengsek lo, pliss jangan sebarin tuh vidio” Tasyamulai merengak“udah gini aja, kamu selesaikan tugas kamu dulu, setelah itu gue tunggu elo diruang kelas gue, di XI IPS 3” ujarnya memberikan penawaran“emang mau ngapain..udah lo ntar bakal tau sendiri” Sandy membuat penasaran“udah ya gue cabut” Sandy meninggalkan ruanganSetelah selesai dengan tugas nya Tasyalangsung bergegas meninggalkan ruangan dan memakai tasnya sehinga nanti ia bisa langsung pulang.

FUCKING LINK

  • XNXX
  • PORNHUB
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • KONTOL
  • PORNO
  • PORNO
  • PORNO
  • PORNO
  • PORNO
  • PORNO
  • PORNO
  • PORNO
  • PORNO
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • PENJUAL NARKOBA
  • PENJUAL NARKOBA
  • PENJUAL NARKOBA
  • PENJUAL NARKOBA
  • PENJUAL NARKOBA
  • PENJUAL NARKOBA
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • PORNO
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP
  • BOKEP